Kamis, 13 Juni 2019

KISAH 02 – Kalau Memang Sudah Jodohnya, Akan Dipertemukan!


Assalamu’alaikum sobat blog,
Saya akan melanjutkan cerita pribadi saya ya, sabtu minggu lalu saya sudah janji untuk menuliskan kisah hidup perjuangan saya mencari jodoh, membina keluarga, dan mandiri bekerja sebagai wirausahawan dengan didampingi istri anak tercinta sampai sekarang. Nah, tiap sabtu InshaAllah saya khususkan untuk menuliskan kisah hidup pribadi saya itu, dengan harapan anda sebagai pembaca blog saya ini bisa mengambil pelajaran, inspirasi, motivasi, dan manfaat dari kisah nyata yang saya ceritakan. Ambil yang positifnya, jangan ambil yang negatifnya …hehehe
Oh ya, bagi yang ketinggalan cerita minggu lalu bisa baca dulu di Link ini : KISAH 01
——————————————————————————————————————————————
Lalu, setelah pandangan yang very..very.. special moment itu lalu terusannya bagaimana???
Ya, benar.. , saya bisa menebak isi hati anda para pembaca, ternyata “I’m falling in Love in the first sight!” (sekalian saya terjemahkan aja agar anda ga bingung : “Saya jatuh cinta dalam pandangan pertama!”).
Acara kumpul dan perkenalan itu pun dimulai. Acara dimulai dengan pembukaan nasehat sebentar tentang Hari Raya Idul Fitri dan materi silaturrahim lalu dilanjutkan dengan sesi perkenalan. Satu demi satu dari kami diperkenalkan (kecuali yang sembunyi ya.. ^.^), mulai dari yang laki-laki sampai yang perempuan.. semua diperkenalkan dengan dipandu seorang pembawa acara. Dan dalam acara seperti ini tidak ada tabir kain yang menghalangi pandangan sebagaimana dalam acara pengajian biasanya, karena memang inti acara ini adalah untuk bisa saling mengenal dan memperkuat tali persaudaraan agama. Jadinya ya.. bisa saling lihat satu sama lain..hehehe..
Dalam hatiku, Nah.. ini kesempatan untuk mengenal Siapa ‘Dia’, ga perlu susah payah nanya langsung nanti juga dikenalkan oleh si pembawa acara.. sip khan? makanya sering-sering aja sobat ngadain acara semacam ini sama teman-teman, tapi acaranya yang positif dengan niat yang baik juga ya.. acara semacam ini bisa memperkuat persahabatan juga lho,, dan bisa bantu melancarkan teman-teman yang sedang cari jodoh sebagai pendamping hidup (bukan sebagai ‘pacar’ ya.. pacaran dalam islam itu dilarang dengan alasan apapun karena lebih menjurus ke perbuatan dosa).
Tiba giliranku diperkenalkan, aku berdiri dengan menebar senyum pada yang hadir, dengan dua tangan di depan dada seperti biasanya orang yang bersalaman jarak jauh jika bukan muhrimnya. Jantungku berdetak kencang, grogi, gugup.. ga biasanya aku seperti ini.. sepertinya penyebabnya karena adanya si ‘Bidadari dunia’ tadi nih! 😉
Supaya ga kelihatan gugup, aku ga bicara apa-apa, dan setelah selesai dikenalkan langsung duduk kembali. Hehehe.. nah,, sekarang tinggal nunggu giliran si ‘Dia’ nih, siapkan pena dan kertas untuk tulis nama dan asal daerahnya..wkwwkw..
Setelah semua yang laki-laki telah diperkenalkan, sekarang giliran yang perempuan. Untuk perempuan, ketika disebut namanya dan diperkenalkan mereka cukup melambaikan tangan saja, tidak perlu berdiri. Eh, suatu saat ketika pembawa acara menyebut suatu nama, si ‘dia’ yang duduk dekat pintu itu melambaikan tangan dengan tersenyum maniiiiiiiiissss…. melihatnya aku jadi teringat pemain film di Ayat-ayat Cinta ‘Adya Zaskia Mecca’.. mirip deh! (menurut aku lho.. kalau menurut anda ya mungkin beda ^^). Buru-buru aku meraih pena dan menuliskan nama si ‘dia’ di kertas kecil dalam saku bajuku. Anda pengen tahu juga namanya? Boleh kalau mau kenalan dengannya, tapi ingat… sebatas teman ya, hehee… Ini lho yang kutulis di catatan kertas itu:
Lina Nur Isnainiah – Karanganyar
Ga sempat nulis alamatnya karena terlalu cepat, bisa tahu namanya aja sudah cukup, entar tinggal hubungi teman untuk tahu lebih jelasnya.
Singkat cerita, setelah acara perkenalan selesai lalu kami bersalaman berputar, yang laki dengan laki-laki, yang perempuan dengan perempuan, dengan saling bermaaf-maaf an dan mengucapkan ‘taqobbalallohu minna wa minkum’ sebagaimana sunnah Nabi lakukan saat Idul Fitri.
Sepulang acara, aku jadi kepikiran terus,,, begini mungkin ya kalau memang jatuh cinta. “Benarkah dia jodoh yang diperuntukkan oleh Allah untukku?”
Oh ya, sobat perlu tahu, aku dalam memilih jodoh itu hanya pakai 2 kriteria penting. 2 kriteria ini sebagai pedoman bagiku dalam memilih jodoh, jika salah satu kriteria ini tidak ada dalam diri ‘dia’ maka aku tidak akan meneruskannya. Ada yang bisa menebaknya?
Ayo coba tebak dan berpikir apakah 2 kriteria penting dalam memilih jodoh itu, komen di bawah juga ga pa pa..
Tunggu jawabannya dalam “KISAH 03 – Apakah Pilihan Jodohku sudah Tepat?” 😉 di edisi artikel sabtu depan! InshaAllah ya.. dan jangan bosan baca cerita saya, ikuti selalu kelanjutannya… ^_^
#spesial untuk istri dan anakku tercinta 

0 komentar:

Posting Komentar